Minggu, 23 Maret 2014

cara budidaya salak (Salacca zalacca)

SEJARAH SINGKAT SALAK

Tanaman salak merupakan salah satu tanaman buah yg disukai & mempunyai prospek baik untuk diusahakan. Daerah asal nya tidak jelas, tetapi diduga dari Thailand, Malaysia & Indonesia. Ada pula yg mengatakan bahwa tanaman salak (Salacca edulis) berasal dari Pulau Jawa. Pada masa penjajahan biji-biji salak dibawa oleh para saudagar hingga menyebar ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Filipina, Malaysia, Brunei & Muangthai.

2. JENIS TANAMAN SALAK

Di dunia ini dikenal salak liar, seperti Salacca dransfieldiana JP Mo-gea; S. magnifera JP Mogea; S. minuta; S. multiflora & S. romosiana. Selain salak liar itu, masih dikenal salak liar lainnya seperti Salacca rumphili Wallich ex. Blume yg juga disebut S. wallichiana, C. Martus yg disebut rakum / kumbar (populer di Thailand) sebagai pembuat masam segar pada masakan. Kumbar ini tidak berduri, bunganya berumah 2 (dioeciious). Salak termasuk famili: Palmae (palem-paleman), monokotil, daun-daunnya panjang dengan urat utama kuat seperti pada kelapa yg disebut lidi. Seluruh bagian daunnya berduri tajam Batangnya pendek, lama-kelamaan meninggi sampai 3 m atau lebih, akhirnya roboh tidak mampu membawa beban mahkota daun terlalu berat (tidak sebanding dengan batangnya yg kecil). Banyak varietas salak yg bisa tumbuh di Indonesi. Ada yg masih muda sudah terasa manis, Varietas unggul yg telah dilepas oleh pemerintah untuk dikembangkan ialah: salak pondoh, swaru, nglumut, enrekang, gula batu (Bali), & lain-lain. Sebenarnya jenis salak yg ada di Indonesia ada 3 perbedaan yg menyolok, yakni: salak Jawa Salacca zalacca (Gaertner) Voss yg berbiji 2-3 butir, salak Bali Slacca amboinensis (Becc) Mogea yg berbiji 1- 2 butir, & salak Padang Sidempuan Salacca sumatrana (Becc) yg berdaging merah. Jenis salak itu mempunyai nilai komersial yg tinggi... Klik Disini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar