Kamis, 19 Februari 2015

Budidaya mangga madu



1. SEJARAH SINGKAT
Mangga merupakan tanaman buah tahunan berupa pohon yg berasal dari negara India. Tanaman
ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Malaysia & Indonesia.

2. JENIS TANAMAN
Klasifikasi botani tanaman mangga adalah sebagai berikut:
o    Divisi : Spermatophyta
o    Sub divisi : Angiospermae
o    Kelas : Dicotyledonae
o    Keluarga : Anarcadiaceae
o    Genus : Mangifera
o    Spesies : Mangifera spp.
Jenis yg banyak ditanam di Indonesia Mangifera indica L. yaitu mangga arumanis, golek,
gedong, manalagi & cengkir & Mangifera foetida yaitu kemang & kweni.

3. MANFAAT TANAMAN
Buah mangga yg matang merupakan buah meja yg banyak digemari. Mangga yg muda dapat

diawetkan dengan kadar gula tinggi menjadi manisan baik dalam bentuk basah atau kering.

Rabu, 18 Februari 2015

BUDIDAYA PEPAYA CALIFORNIA






1.    Syarat Tumbuh
Pepaya California tumbuh subur bila ditanam apada lahan yang subur dan sedikit berpasir. Tanaman ini dapat tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 700 meter diatas permukaan laut. Pepaya ini akan tumbuh optimal pada lahan yang terbuka, lahan memiliki drainase yang baik. PH tanah antara 6-7, dan suhu berkisar 25-30 ˚C dengan curah hujan antara 1000-2000 mm/tahun. Kelembapan udara sekitar 40%. Di atas kriteria ini dapat juga tumbuh akan tetapi hasilnya kurang optimal.
2.    Penyemaian Bibit
Tanaman pepaya diperbanyak melalui cara generatif, menggunakan biji. Biji pepaya dapat diusahakan sendiri dengan menganbil biji dari buah yang masak pohon, dan sehat. Caranya dengan memotong 1/3 bagian buah bagian pangkal  dan mengambil bijidar 2/3 buah dari bagian ujung untuk dijadikan benih. Benih pepaya dapat dibeli di toko-toko pertanian yang menjual benih. Adapun langkah penyemaian benih adalah:
•    Benih dikeluarkan dari bungkus, kemudian rendam dalam air selama sehari semalam.
•    Benih yang tenggelam selanjutnya diperam dalam kertas koran yang lembab atau kain basah selama kurang lebih seminggu dan ditempatkan pada tempat yang teduh selama pemeramanan di jaga kelembapannya.

Budidaya jamur tiram


Jamur tiram dapat tumbuh dan berkembang dalam media yang terbuat dari serbuk kayu yang dikemas dalam kantong plastic. Pertumbuhan jamur tiram sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, kita harus mengetahui mengenai kondisi yang cocok untuk pertumbuhannya sebelum kita melakukan budidaya jamur tiram. Pada kehidupan alaminya jamur ini tumbuh di hutan dan biasanya tumbuh berkembang dibawah pohon berdaun le bar atau dibawah tanaman berkayu. Jamur Pleurotus ini tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak . Dari hasil penelitian diperoleh bahwa miselium yang disimpan di tempat yang redup, jumlahnya lebih banyak disbanding di temapat yang terang dari cahaya matahari yang penuh. Miselium adalah jaringan yang didalamnya kumpulan dari hifa jamur. Miselium dapat tumbuh pada sel dinding kayu dengan melakukan penetrasi pada dinding sel kayu dengan cara melubanginya. Proses penetrasi dinding sel kayu dibantu oleh enzim pemecah selulosa, hemiselulosa, dan lignin yang dihasilkan oleh jamur melalui ujung benang-benang miselium. Enzim tersebut mencerna senyawa kayu sekaligus memanfaatkannya sebagai sumber (zat) makanan. Syarat Tumbuh JamurTiram

 IKLIM

1. Temperature Serat (miselium) jamur tiram putih tumbuh dengan baik pada kisaran suhu antara 23-28 °C, artinya kisaran temperature normal untuk pertumbuhannya. Waluapun begitu, dengan temperature di bawah 23 °C, miselium jamur masih dapat tumbuh meskipun memerlukan waktu yang lebih lambat. Sedangkan untuk pertumbuhan tubuh buahnya yang bentuk seperti cangkang tiram, memerlukan kisaran suhu antara 13-15 °C selama 2 samapai 3 hari. Bila nilai temperature rendah tersebut tidak didapatkan, maka ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu pertumbuhan tumbuh buah jamur tidak akan terbentuk, yang berarti pemeliharaan tidak berhasil, atau walaupun terbentuk maka waktu yang diperlukan akan lama. Tetapi walaupun demikian fase kedua jamur tiram putih tersebut masih dapat tumbuh pada
silahkan klik selanjutnya....!!!

Rabu, 28 Januari 2015

Budidaya pohon petai








Petai termasuk salah satu tanaman khas Indonesia yang sangat populer di kalangan masyarakat.
Banyak orang yang mengkonsumsi petai sebagai lalapan atau menggunakannya sebagai bahan
baku masakan sehari-hari.
Sambel goreng petai mungkin merupakan salah satu contoh masakan yang cukup populer yang
menggunakan petai sebagai bahan bakunya.
Dilihat dari kandungan gizinya, petai banyak mengandung vitamin A, vitamin C, Kalsium, dan
zat besi. Petai juga disebut-sebut sebagai obat yang cukup mujarab untuk menyembuhkan
penyakit kencing manis.
 Melihat dari kebutuhan akan petai yang cukup tinggi serta berbagai manfaat yang dimiliki
tanaman ini, banyak orang yang belajar untuk bercocok tanam petai baik untuk kebutuhan
pribadi maupun sebagai lahan bisnis.

Karakteristik Tanaman Petai
Sebagaimana tanaman perkebunan lainnya, ada beberapa karakteristik yang dimiliki petai yang
harus anda ketahui jika anda memutuskan untuk memulai budidaya tanaman ini. Pohon petai
biasanya memiliki tinggi antara 5 sampai 25 meter.
 Jenis pohon petai adalah pohon berkayu dengan bentuk tajuk yang sangat terbuka. Buah petai
berbentuk panjang dengan 10 sampai 18 biji petai di tiap buahnya.
Tanaman ini dapat tumbuh subur pada lahan dengan ketinggian 10 sampai 800 meter dari
permukaan laut.
 Budidaya petai biasanya dilakukan dengan teknik monokultur. Namun tak jarang petani petai
yang menanam tanaman ini dengan teknik tumpang sari. Tanaman yang biasanya dibudidayakan
secara tumpang sari dengan tanaman petai antara lain adalah keladi dan kacang tanah.

                                                   Selanjutnya .......

Selasa, 23 Desember 2014

Budidaya jahe




1.      SEJARAH SINGKAT

Jahe berasal dari Asia Pasifik yg tersebar dari India sampai Cina. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yg pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak & obat-obatan tradisional. Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa & Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate), dsb.

2. URAIAN TANAMAN JAHE
2.1 Klasifikasi
  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub-divisi : Angiospermae
  • Kelas : Monocotyledoneae
  • Ordo : Zingiberales
  • Famili : Zingiberaceae
  • Genus : Zingiber
  • Species : Zingiber officinale
2.2 Deskripsi.
Terna berbatang semu, tinggi 30 cm sampai 1 m, rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga. Daun sempit, panjang 15 – 23 mm, lebar 8 – 15 mm ; tangkai daun berbulu, panjang 2 – 4 mm ; bentuk lidah daun memanjang, panjang 7,5 – 10 mm, & tidak berbulu; seludang agak berbulu. Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah, berbentuk tongkat atau bundar telur yg sempit, 2,75 – 3 kali lebarnya, sangat tajam ; panjang malai 3,5 – 5 cm, lebar 1,5 – 1,75 cm ; gagang bunga hampir tidak berbulu, panjang 25 cm, rahis berbulu jarang ; sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah, berbentuk lanset, letaknya berdekatan atau rapat, hampir tidak berbulu, panjang sisik 3 – 5 cm; daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik, bundar pada ujungnya, tidak berbulu, berwarna hijau cerah, panjang 2,5 cm, lebar 1 – 1,75 cm ; mahkota bunga berbentuk tabung 2 – 2,5 cm, helainya agak sempit, berbentuk tajam, berwarna kuning kehijauan, panjang 1,5 – 2,5 mm, lebar 3 – 3,5 mm, bibir berwarna ungu, gelap, berbintik-bintik berwarna putih kekuningan, panjang 12 – 15 mm ; kepala sari berwarna ungu, panjang 9 mm ; tangkai putik 2 

                                                           Lanjutkan Halaman,,,,,,,,,,,!!!

Budidaya lengkuas






Berikut adalah budidaya tanaman Lengkuas yang baik dan benar, Tanaman dapat diperbanyak dengan rimpang atau biji, namun umumnya lebih mudah diperbanyak dengan menggunakan rimpang. Rimpang yang baik untuk bibit adalah bagian ujungnya. Pengolahan tanah dilakukan dengan menggemburkan tanah dan dibuat guludan-guludan. Pupuk yang digunakan meliputi pupuk kandang, kompos, dan pupuk buatan. Juga diperlukan bahan-bahan kimia untuk pemberantasan gulma. Panen dilakukan pada saat tanaman berumur 2½ – 3 bulan, dan jangan lebih tua dari umur tersebut, karena rimpang akan mengandung serat kasar yang tidak disukai di pasaran.
Perbanyakan tanaman lengkuas dapat menggunakan potongan rimpang yang sudah tua dan bertunas atau rimpang anakan, kemudian dipecah-pecah menjadi beberapa ruas dengan 2-3 tunas dalam tiap pecahannya atau disesuaikan dengan rencana kebutuhannya. Rimpang tua sebaiknya dipilih yang beratnya 50 gram, dan ukuranny

a seragam.
Rimpang dapat ditunaskan di atas 3- 5 lapisan jerami atau alang-alang alang- alang yang dihamparkan di atas tanah. Penyemaian juga dapat dilakukan di atas rak- rak kayu. Penyiraman selama pembibitan sampai bertunas dilakukan untuk memelihara sebagian besar mata rimpang. Pertunasan dianggap cukup bila semua atau sebagian besar mata rimpang sudah tumbuh 1- 2cm, biasanya berumur 3-4 minggu. Setelah rimpang bertunas atau dipelihara selam 1-2 bulan, bibit yang pertumbuhannya seragam siap ditanam di lahan. Untuk proses pembibitan, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga pemanenan lebih mendalam yaitu sebagai berikut:

Pembibitan

Persyaratan bibit :
 bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik, mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi), dan mutu fisik. Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit. Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi yaitu: 

(1) Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar).
(2) Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 9-10 bulan).
 (3) Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet.

Teknik penyemaian bibit: untuk pertumbuhan tanaman yang serentak atau seragam, bibit jangan langsung ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan. Penyemaian bibit dapat dilakukan dengan peti kayu atau dengan bedengan.

                                                            Lanjutkan Halaman,,,,!!!